Jumat, 09 Maret 2012

Relay

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar belakang
Kendali automatik telah memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Di samping sangat diperlukan pada pesawat ruang angkasa, peluru kendali, sistem pengemudian pesawat dan sebagainya, kendali automatik. telah menjadi bagian yang penting dan terpadu dari proses-proses dalam pabrik dan industri modern. Misalnya, kendali otomatis perlu sekali dalam kontrol numerik dari mesin alat-alat bantu di industri manufaktur. Hal ini juga perlu sekali dalam operasi industri seperti pengendalian tekanan, suhu, kelembaban, viscositas dan arus dalam proses industri. Karena kemajuan dalam teori dan praktek kendali automatik rnemberikan kemudahan dalam mendapatkan performansi dari sistem mempertinggi kualitas dan menurunkan biaya produksi, mempertinggi Jual produksi, meniadakan pekerjaan-pekerjaan rutin dan membosankan yang harus diiakukan oleh manusia dan sebagainya, maka sebagian besar insinyur dan ilmuwan sekarang harus mempunyai pemahaman yang baik dalam bidang kendali.
Fungsi Pengontrol Sistem Refrigerasi dan Tata Udara
Suatu unit air conditioning memerlukan sistem pengontrolan secara otomatik agar dapat beroperasi dengan efektif dan aman serta ekonomis sesuai kebutuhan. Pada prinsipnya sistem pengontrolan ini harus mampu memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk keperluan otmatisasi proses meliputi tiga kategori fungsi sebagai berikut, yaitu (I) fungsi mengatur dan mengontrol kondisi ruang (space), (ii) fungsi proteksi dan perlindungan dan (iii) fungsi operasi yang ekonomis.
Agar sistem pengontrolan yang digunakan dapat melaksanakan fungsi ini maka diperlukan alat deteksi dan aktuasi yang akan memonitor kondisi ruang setiap saat melalui berbagai alat deteksi yang digunakan dan kemudian mengadakan pengaturan seperlunya untuk mencapai kondisi yang diinginkan melalui peralatan aktuasi yang digunakan. Peralatan deteksi dan aktuasi tersebut antara lain thermostat, humidistat, damper, katub dan relai). Peralatan tersebut dapat beroperasi secara elektrik dengan menggunakan energi listrik, dapat pula secara pnumatik menggunakan kekuatan udara tekan dan secara elektronik dengan menggunakan bahan semi konduktor dan mikroelektronik berbasis komputer.
Peralatan deteksi dan aktuasi yang digunakan akan berkolaborasi untuk menjaga kondisi suhu dan kelembaban udara ruang senantiasa tetap berada pada titik tertentu sesuai keinginan dan perencanaan. Variable yang dideteksi dan dikontrol meliputi suhu, tekanan, jumlah udara dan kualitas udara, refrigeran dan uap air. Selain itu juga harus dapat mengontrol siklus kompresor ,burner (boiler) atau heater secara pasti (ON/OFF) sesuai kebutuhan beban.
Sistem Kontrol Elektrik
Peralatan kontrol yang digunakan pada sistem kontrol elektrik bekerja bila mendapat penguatan tenaga listrik. Untuk alasan keamanan operator atau pemakai maka digunakan jala-jala bertegangan rendah (24 volt). Sistem ini mendeteksi kondisi ruang, misalnya suhu dan tekanan fluida atau laju aliran berbagai medium untuk keperluan transfer panas.



Peralatan kontrol ini akan menggerakkan suatu swicth atau relai yang terhubung ke sistem kontrol starting atau sistem kontrol operasi untuk mengontrol motor, boiler/burner, damper atau katub/solenoid. Banyak unit AC residental dan AC komersial yang menggunakan sistem kontrol elektrik. Sistem kontrol elektrik lebih simpel sehingga lebih murah dan lebih mudah perawatannya.
Sistem Kontrol Elektronik                                                                                                                                           
Pada prinsipnya peralatan kontrol yang digunakan pada sistem kontrol elektrik, pnumatik dan elektronik adalah sama. Perbedaanya hanya pada tenaga yang digunakan untuk menggerakannya. Peralatan kontrol yang digunakan pada sistem kontrol elektronik menggunakan instrumen elektronik yang menghasilkan sinyal digital ataupun sinyal analog. Sinyal yang dihasilkan ini masih terlalu lemah untuk dapat menggerakkan suatu alat aktuasi (relay). Oleh karena itu perlu dilengkapi dengan suatu sistem penguat sinyal (amplifier) yang akan menguatakan sinyal deteksi tersebut sehingga akhirnya dapat digunakan untuk mengontrol peralatan aktuasi yang digunakannya.
Komponen kontrol yang telah dirancang oleh pabrikannya antara lain:
(i)    Controllers ( misalnya : Thermostat, pressure regulator dan humidistat termasuk sirkit jembatan dan amplifiernya )
(ii)   Controoled device ( misalnya : damper dan katub )
(iii)  Operator ( misalnya motor penggerak dan katub operator )
(iv) Elemen deteksi atau sensor (probe)
Kelebihan sistem kontrol elektronik adalah kemampuan mengukur dan mendeteksi secara cepat dan akurat (presisi). Komponen elektronik ini terbuat dari bahan semi konduktor (solid state) sehingga memudahkan untuk digabungkan dengan sistem kontrol dengan menggunakan mikroelektronik yang berbasis komputer (mikroprosesor chip). Sehingga memungkinkan membuat sistem kontrol secara terprogram misalnya dengan menggunakan PLC (Programmable Logic Control).


B.      Tujuan
Satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh seorang pemula pada sistem kendali adalah; Apakah yang dimaksud dengan sistem kendali itu ? Untuk menjawab pertanyaan itu dapat dikatakan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, terdapat sejumlah tujuan yang harus dicapai. Misalnya dalam bidang rumah tangga, diperlukan pengaturan suhu dan kelembaban suatu ruangan untuk kenyamanan hidup. Untuk transportasi, kita menggunakan mobil yang dikendalikan agar bergerak dari suatu lokasi sampai di tujuan dengan selamat dan akurat. Pada bidang industri, proses manufaktur mempunyai sejumlah tujuan. mendapatkan hasil yang memuaskan permintaan, ketelitian dan keefektifan biaya. Pada kondisi tertentu, beberapa tugas ini dilakukan dengan cara sebaik mungkin. Misalnya, seorang pelari 100 meter, mempunyai tujuan untuk berlari dalam jarak tersebut dengan waktu sesingkat-singkatnya. Bagi seorang pelari marathon, yang diatur tidak hanya berlari secepat mungkin tapi juga harus diatur permakaian energi dan memikirkan cara terbaik untuk memenangkan perlombaan tersebut. Cara untuk mencapai tujuan ini biasanya melibatkan penggunaan sistem kendali yang melaksanakan strategi kendali tersebut.

C.      Pembahasan Masalah
Masalah yang muncul dan harus ditangani oleh penulis adalah sebagai berikut :
Bagaimana merancang, membuat, dan memahami tentang sistem kendali otomatis tersebut, sihingga bisa digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia sehari-hari, dan bisa memahami kelebihan dan kekurangan sistem tersebut.

D.      Sitematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Menerangkan tentang latar belakang, tujuan, pembahasan masalah, dan sistematika makalah.
BAB II DASAR TEORI
Menjelaskan teori penunjang yang akan dipakai untuk pembahasan tentang komponen kontrol pada alat pendingin dan tata udara.
                BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
                                Menjelaskan rangkuman dari isi makalah dan saran yang di sampaikan dari penulis.



BAB II
DASAR TEORI

A.      Permasalahan
Relay
Relay dikelompokkan pada kelompok kontrol otomatis “AKUATOR ELEKTRIK” yang mana dijelaskan bahwa, Penggerak, dalam pengertian listrik adalah setiap alat yang mengubah energi listrik menjadi gerakan mekanis. Biasa digunakan sebagai proses lanjutan dari keluaran suatu proses olah data yang dihasilkan oleh suatu sensor atau kontroler.
Aktuator Adalah perangkat elektromekanik yang menghasilkan daya gerakan. Dapat dibuat dari sistem motor listrik/motor DC (permanent magnet, brushless, motor DC servo, motor DC stepper, solenoid, dsb.)

B.      Fungsi dan cara kerja Relay
Relay adalah peralatan yang dioperasikan secara elektrik yang secara mekanik akan men-switch sirkuit elektrik. Relay merupakan bagian yang penting dalam sistem kontrol, karena kegunaannya dalam kendali jarak jauh, dan mengendalikan listrik tegangan tinggi dengan menggunakan listrik tegangan rendah.
Ketika tegangan mengalir ke dalam elektromagnet pada sistem kontrol relay, maka magnet
akan menarik lengan logam pada arah magnet, dengan demikian kontak terjadi. Relay bisa
memili jenis NO atau NC ataupun duaduanya.
Banyak relay menggunakan elektromagnet untuk mengoperasikan mekanisme switching mekanis, tetapi prinsip-prinsip operasi lain juga digunakan. Relay digunakan di mana perlu untuk mengendalikan rangkaian dengan sinyal rendah daya (dengan isolasi listrik lengkap antara kontrol dan sirkuit dikontrol), atau di mana beberapa sirkuit harus dikontrol oleh satu sinyal. Relay pertama digunakan di sirkuit jarak jauh telegraf, mengulang sinyal yang datang dari satu sirkuit dan re-transmisi ke yang lain.
                                      

Relay sendiri memiliki beberapa jenis, di antaranya :
1.       Latching relay
Sebuah relay menempel memiliki dua negara santai (bistable). Ini juga disebut "dorongan", "tetap", atau "tinggal" relay. Ketika arus dimatikan, relay tetap dalam keadaan terakhir. Hal ini dicapai dengan solenoida operasi sebuah ratchet dan mekanisme cam, atau dengan memiliki dua kumparan yang berlawanan dengan musim semi over-pusat atau magnet permanen untuk menahan sementara angker dan kontak dalam posisi kumparan adalah santai, atau dengan inti remanen. Pada contoh ratchet dan cam, pulsa pertama pada kumparan relay berubah dan pulsa kedua mematikannya. Dalam contoh kumparan dua, pulsa untuk satu kumparan berubah relay dan pulsa ke koil relay ternyata berlawanan off. Jenis relay memiliki keuntungan bahwa satu kumparan mengkonsumsi daya hanya sesaat, saat sedang diaktifkan, dan kontak relay mempertahankan pengaturan ini di sebuah pemadaman listrik. Sebuah inti remanen menempel relay membutuhkan pulsa saat polaritas berlawanan untuk membuatnya mengubah keadaan.
2.       Buluh relay
Sebuah relay adalah saklar buluh buluh tertutup dalam solenoida. Switch memiliki satu set kontak di dalam sebuah tabung kaca dievakuasi atau lembam diisi gas yang melindungi terhadap korosi atmosfer kontak, kontak yang terbuat dari bahan magnet yang membuat mereka bergerak di bawah pengaruh bidang melampirkan solenoida. Relay buluh dapat beralih lebih cepat dari relay yang lebih besar, hanya membutuhkan sedikit daya dari sirkuit kontrol, tetapi memiliki peringkat rendah beralih arus dan tegangan. Selain itu, alang-alang dapat menjadi magnet dari waktu ke waktu, yang membuat mereka tetap 'on' bahkan ketika tidak ada arus ini; mengubah orientasi dari alang-alang sehubungan dengan medan magnet solenoida akan memperbaiki masalah.
3.       Merkuri dibasahi relay
Sebuah relay merkuri-dibasahi buluh adalah bentuk dari relay buluh di mana kontak dibasahi dengan merkuri. Relay tersebut digunakan untuk beralih sinyal tegangan rendah (satu volt atau kurang) di mana merkuri mengurangi resistansi kontak dan drop tegangan yang terkait, untuk rendah saat ini sinyal di mana kontaminasi permukaan dapat membuat untuk kontak miskin, atau untuk aplikasi kecepatan tinggi di mana merkuri menghilangkan bouncing kontak. Mercury dibasahi relay adalah posisi sensitif dan harus dipasang secara vertikal untuk bekerja dengan baik. Karena toksisitas dan biaya merkuri cair, relay ini sekarang jarang digunakan. Lihat juga beralih merkuri.
4.       Terpolarisasi relay
Sebuah relay terpolarisasi ditempatkan angker antara kutub magnet permanen untuk meningkatkan sensitivitas. Relay terpolarisasi digunakan dalam pertukaran telepon tengah abad ke-20 untuk mendeteksi pulsa samar dan distorsi telegraf benar. Tiang-tiang itu pada sekrup, jadi teknisi pertama bisa menyesuaikan mereka untuk sensitivitas maksimum dan kemudian menerapkan semi bias untuk mengatur arus kritis yang akan beroperasi relay.
5.       Alat mesin relay               
Sebuah relay alat mesin adalah jenis standar untuk kontrol industri mesin perkakas, mesin transfer, dan kontrol sekuensial lainnya. Mereka dicirikan oleh sejumlah besar kontak (kadang-kadang diperpanjang di lapangan) yang mudah dikonversi dari normal terbuka ke status normal-tertutup, gulungan mudah diganti, dan faktor bentuk yang kompak memungkinkan memasang banyak relay dalam panel kontrol. Meskipun relay seperti sekali adalah tulang punggung otomatisasi dalam industri seperti mobil perakitan, programmable logic controller (PLC) sebagian besar pengungsi relay alat mesin dari aplikasi kontrol sekuensial. Sebuah relay memungkinkan sirkuit harus diaktifkan oleh peralatan listrik: misalnya, sebuah rangkaian timer dengan relay bisa saklar daya pada waktu yang telah ditetapkan. Selama bertahun-tahun relay adalah metode standar untuk mengendalikan sistem elektronik industri. Sejumlah relay dapat digunakan bersama-sama untuk melaksanakan fungsi-fungsi kompleks (logika relay). Prinsip logika relay didasarkan pada relay yang memberi energi dan de-energi kontak terkait. Logika relay adalah pendahulu dari logika tangga, yang umum digunakan di Programmable controller logic.
6.       Ratchet relay
Ini lagi jenis genta relay yang tidak perlu melalui kumparan arus kontinu untuk mempertahankan operasinya.
7.       Relay kontaktor
Kontaktor adalah sebuah relay sangat berat-tugas yang digunakan untuk switching motor listrik dan beban pencahayaan, meskipun kontaktor umumnya tidak disebut relay. Peringkat arus kontinu untuk umum kontaktor berkisar dari 10 amp sampai beberapa ratus amp. Tinggi saat kontak dibuat dengan paduan mengandung perak. Para lengkung terhindarkan menyebabkan kontak untuk mengoksidasi, namun, oksida perak masih merupakan konduktor yang baik  perangkat tersebut sering digunakan untuk starter motor.. Sebuah starter motor adalah kontaktor dengan kelebihan perangkat perlindungan terpasang. Perangkat overload penginderaan adalah bentuk dari relay panas dioperasikan mana kumparan memanaskan strip bi-logam, atau di mana pot solder meleleh, melepaskan pegas untuk mengoperasikan kontak bantu. Kontak-kontak bantu di seri dengan kumparan. Jika indra overload kelebihan beban saat ini di, kumparan adalah de-energized. Relay kontaktor bisa sangat keras untuk beroperasi, membuat mereka tidak cocok untuk digunakan di mana kebisingan adalah perhatian utama.
8.       Solid-state relay
Sebuah solid state relay (SSR) adalah komponen solid state elektronik yang menyediakan fungsi yang sama dengan relay elektromekanis tetapi tidak memiliki komponen bergerak, meningkatkan kehandalan jangka panjang. Dengan RSK an, tradeoff berasal dari fakta bahwa setiap transistor memiliki jatuh tegangan kecil di atasnya. Ini drop tegangan membatasi jumlah arus yang diberikan RSK bisa menangani. Penurunan tegangan minimum untuk seperti relay adalah sama dengan penurunan tegangan satu transistor (~ 0,6-2,0 volt), dan merupakan fungsi dari bahan yang digunakan untuk membuat transistor (biasanya silikon). Sebagai transistor ditingkatkan, RSK tinggi saat ini, mampu menangani 100 sampai 1.200 Ampere, telah menjadi tersedia secara komersial. Dibandingkan dengan relay elektromagnetik, mereka mungkin palsu dipicu oleh transien.
9.       Solid state relay kontaktor
Sebuah kontaktor solid state relay negara adalah tugas berat yang solid, termasuk heat sink diperlukan, digunakan untuk beralih pemanas listrik, motor listrik kecil dan beban pencahayaan, dimana sering pada siklus / off yang diperlukan. Tidak ada bagian yang bergerak untuk aus dan tidak ada bouncing kontak karena getaran. Mereka diaktifkan oleh sinyal kontrol AC atau DC dari sinyal kontrol Programmable logic controller (PLC), PC, transistor-transistor logic (TTL) sumber, atau lainnya mikroprosesor dan mikrokontroler kontrol.
10.   Buchholz relay
Sebuah relay Buchholz adalah alat pengaman penginderaan akumulasi gas dalam jumlah besar berisi minyak transformator, yang akan alarm pada akumulasi gas memperlambat atau mematikan transformator jika gas diproduksi dengan cepat dalam minyak transformator.
11.   Paksa-dipandu kontak relay
Sebuah dipaksa-dipandu kontak relay memiliki kontak relay yang mekanis dihubungkan bersama, sehingga ketika kumparan relay diberi energi atau de-energi, semua kontak terkait bergerak bersama-sama. Jika satu set kontak dalam relay menjadi bergerak, tidak ada kontak lain dari relay sama akan mampu bergerak. Fungsi paksa dipandu kontak adalah untuk mengaktifkan sirkuit keselamatan untuk memeriksa status dari relay. Paksa-dipandu kontak juga dikenal sebagai "positif-dipandu kontak", "kontak tawanan", "kontak terkunci", atau "relay keamanan".
12.   Overload perlindungan relay
Motor listrik membutuhkan perlindungan kelebihan arus untuk mencegah kerusakan dari lebih-loading motor, atau untuk melindungi terhadap sirkuit pendek dalam menghubungkan kabel atau kesalahan internal dalam gulungan motor. Salah satu jenis relay overload perlindungan motor listrik dioperasikan oleh elemen pemanas di seri dengan motor listrik. Panas yang dihasilkan oleh arus motor yang memanaskan strip bimetal atau mencair solder, melepaskan pegas untuk mengoperasikan kontak. Dimana relay overload terkena lingkungan yang sama seperti motor, yang berguna meskipun kompensasi temperatur ambien mentah untuk motor disediakan.


C.      Penyelesaian Masalah
Jenis relay yang dapat menangani daya tinggi yang diperlukan untuk mengendalikan secara langsung sebuah motor listrik disebut kontaktor. Solid-state relay kontrol sirkuit kekuasaan tanpa bagian yang bergerak, alih-alih menggunakan perangkat semikonduktor untuk melakukan switching. Relay dengan karakteristik operasi dikalibrasi dan koil operasi kadang-kadang beberapa digunakan untuk melindungi sirkuit listrik dari kelebihan beban atau kesalahan; modern sistem tenaga listrik fungsi-fungsi ini dilakukan oleh instrumen digital masih disebut "relay pelindung".
Sebuah relay elektromagnetik sederhana terdiri dari sebuah kumparan kawat dibungkus sekitar inti besi lunak, suatu kuk besi yang menyediakan jalur keengganan rendah untuk fluks magnet, bergerak angker besi, dan satu atau lebih set kontak (ada dua di relay foto ). Angker adalah berengsel ke kuk dan mekanis terkait dengan satu atau lebih set kontak bergerak. Hal ini diadakan di tempat oleh pegas sehingga ketika relay adalah de-energized ada celah udara dalam rangkaian magnetik. Dalam kondisi ini, salah satu dari dua set kontak di relay digambarkan ditutup, dan set lainnya terbuka. Relay lain mungkin memiliki lebih banyak atau lebih sedikit set kontak tergantung pada fungsi mereka. Relay dalam gambar juga memiliki kabel yang menghubungkan dinamo ke kuk. Hal ini menjamin kontinuitas dari rangkaian antara kontak bergerak di angker, dan jalur sirkuit di sirkuit papan tercetak (PCB) melalui kuk, yang disolder ke PCB.
Ketika arus listrik dilewatkan melalui kumparan itu menghasilkan medan magnet yang mengaktifkan dinamo, dan gerakan akibat dari kontak bergerak (s) baik membuat atau istirahat (tergantung pada konstruksi) koneksi dengan kontak tetap. Jika set kontak tertutup saat relay adalah de-energi, kemudian gerakan membuka kontak dan istirahat sambungan, dan sebaliknya jika kontak terbuka. Ketika arus ke kumparan dimatikan, dinamo dikembalikan dengan paksa, sekitar setengah sekuat gaya magnet, ke posisi santai. Biasanya gaya ini disediakan oleh musim semi, tetapi gravitasi juga biasa digunakan dalam starter motor industri. Relay Kebanyakan diproduksi untuk beroperasi dengan cepat. Dalam aplikasi tegangan rendah ini mengurangi kebisingan; dalam tegangan tinggi atau aplikasi saat ini mengurangi lengkung.
Ketika kumparan diberi energi dengan arus langsung, dioda sering ditempatkan di kumparan untuk menghilangkan energi dari medan magnet pingsan di deaktivasi, yang jika tidak akan menghasilkan lonjakan tegangan berbahaya untuk komponen sirkuit semikonduktor. Beberapa relay otomotif termasuk dioda dalam kasus relay. Atau, perlindungan kontak jaringan yang terdiri dari sebuah kapasitor dan resistor secara seri (snubber sirkuit) dapat menyerap gelora. Jika kumparan dirancang untuk diberi energi dengan arus bolak-balik (AC), tembaga kecil "bayangan cincin" dapat berkerut ke ujung solenoida, menciptakan arus out-of-fase kecil yang meningkatkan tarik minimum pada armatur selama AC siklus.
Sebuah relay solid-state menggunakan thyristor atau lainnya solid-state perangkat switching, diaktifkan oleh sinyal kontrol, untuk beralih beban dikendalikan, bukan solenoid. Sebuah optocoupler (dioda pemancar cahaya (LED) digabungkan dengan transistor foto) dapat digunakan untuk mengisolasi kontrol dan sirkuit dikendalikan.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.      Kesimpulan
Pada prinsipnya peralatan kontrol yang digunakan pada sistem kontrol elektrik, pnumatik dan elektronik adalah sama. Perbedaanya hanya pada tenaga yang digunakan untuk menggerakannya. Peralatan kontrol yang digunakan pada sistem kontrol elektronik menggunakan instrumen elektronik yang menghasilkan sinyal digital ataupun sinyal analog. Sinyal yang dihasilkan ini masih terlalu lemah untuk dapat menggerakkan suatu alat aktuasi (relay). Oleh karena itu perlu dilengkapi dengan suatu sistem penguat sinyal (amplifier) yang akan menguatakan sinyal deteksi tersebut sehingga akhirnya dapat digunakan untuk mengontrol peralatan aktuasi yang digunakannya.
Komponen kontrol yang telah dirancang oleh pabrikannya antara lain:
(i)    Controllers ( misalnya : Thermostat, pressure regulator dan humidistat termasuk sirkit jembatan dan amplifiernya )
(ii)   Controoled device ( misalnya : damper dan katub )
(iii)  Operator ( misalnya motor penggerak dan katub operator )
(iv) Elemen deteksi atau sensor (probe)
Kelebihan sistem kontrol elektronik adalah kemampuan mengukur dan mendeteksi secara cepat dan akurat (presisi). Komponen elektronik ini terbuat dari bahan semi konduktor (solid state) sehingga memudahkan untuk digabungkan dengan sistem kontrol dengan menggunakan mikroelektronik yang berbasis komputer (mikroprosesor chip). Sehingga memungkinkan membuat sistem kontrol secara terprogram misalnya dengan menggunakan PLC (Programmable Logic Control).
Relay adalah peralatan yang dioperasikan secara elektrik yang secara mekanik akan men-switch sirkuit elektrik. Relay merupakan bagian yang penting dalam sistem kontrol, karena kegunaannya dalam kendali jarak jauh, dan mengendalikan listrik tegangan tinggi dengan menggunakan listrik tegangan rendah.
Ketika tegangan mengalir ke dalam elektromagnet pada sistem kontrol relay, maka magnetakan menarik lengan logam pada arah magnet, dengan demikian kontak terjadi. Relay bisamemili jenis NO atau NC ataupun duaduanya.
Banyak relay menggunakan elektromagnet untuk mengoperasikan mekanisme switching mekanis, tetapi prinsip-prinsip operasi lain juga digunakan. Relay digunakan di mana perlu untuk mengendalikan rangkaian dengan sinyal rendah daya (dengan isolasi listrik lengkap antara kontrol dan sirkuit dikontrol), atau di mana beberapa sirkuit harus dikontrol oleh satu sinyal. Relay pertama digunakan di sirkuit jarak jauh telegraf, mengulang sinyal yang datang dari satu sirkuit dan re-transmisi ke yang lain.
Beberapa jenis relay yang sudah dijelaskan sebelumnya diatas diantaranya :
1.       Latching relay
2.       Buluh relay
3.       Merkuri dibasahi relay
4.       Terpolarisasi relay
5.       Alat mesin relay
6.       Ratchet relay
7.       Relay kontaktor
8.       Solid – state relay
9.       Solid state relay kontaktor
10.   Buchholz relay
11.   Paksa – dipandu kontak relay
12.   Overload perlindungan relay
Sebuah relay elektromagnetik sederhana terdiri dari sebuah kumparan kawat dibungkus sekitar inti besi lunak, suatu kuk besi yang menyediakan jalur keengganan rendah untuk fluks magnet, bergerak angker besi, dan satu atau lebih set kontak (ada dua di relay foto ). Angker adalah berengsel ke kuk dan mekanis terkait dengan satu atau lebih set kontak bergerak. Hal ini diadakan di tempat oleh pegas sehingga ketika relay adalah de-energized ada celah udara dalam rangkaian magnetik. Dalam kondisi ini, salah satu dari dua set kontak di relay digambarkan ditutup, dan set lainnya terbuka. Relay lain mungkin memiliki lebih banyak atau lebih sedikit set kontak tergantung pada fungsi mereka. Relay dalam gambar juga memiliki kabel yang menghubungkan dinamo ke kuk. Hal ini menjamin kontinuitas dari rangkaian antara kontak bergerak di angker, dan jalur sirkuit di sirkuit papan tercetak (PCB) melalui kuk, yang disolder ke PCB.
Ketika arus listrik dilewatkan melalui kumparan itu menghasilkan medan magnet yang mengaktifkan dinamo, dan gerakan akibat dari kontak bergerak (s) baik membuat atau istirahat (tergantung pada konstruksi) koneksi dengan kontak tetap. Jika set kontak tertutup saat relay adalah de-energi, kemudian gerakan membuka kontak dan istirahat sambungan, dan sebaliknya jika kontak terbuka. Ketika arus ke kumparan dimatikan, dinamo dikembalikan dengan paksa, sekitar setengah sekuat gaya magnet, ke posisi santai. Biasanya gaya ini disediakan oleh musim semi, tetapi gravitasi juga biasa digunakan dalam starter motor industri. Relay Kebanyakan diproduksi untuk beroperasi dengan cepat. Dalam aplikasi tegangan rendah ini mengurangi kebisingan; dalam tegangan tinggi atau aplikasi saat ini mengurangi lengkung.
Ketika kumparan diberi energi dengan arus langsung, dioda sering ditempatkan di kumparan untuk menghilangkan energi dari medan magnet pingsan di deaktivasi, yang jika tidak akan menghasilkan lonjakan tegangan berbahaya untuk komponen sirkuit semikonduktor. Beberapa relay otomotif termasuk dioda dalam kasus relay. Atau, perlindungan kontak jaringan yang terdiri dari sebuah kapasitor dan resistor secara seri (snubber sirkuit) dapat menyerap gelora. Jika kumparan dirancang untuk diberi energi dengan arus bolak-balik (AC), tembaga kecil "bayangan cincin" dapat berkerut ke ujung solenoida, menciptakan arus out-of-fase kecil yang meningkatkan tarik minimum pada armatur selama AC siklus.
Sebuah relay solid-state menggunakan thyristor atau lainnya solid-state perangkat switching, diaktifkan oleh sinyal kontrol, untuk beralih beban dikendalikan, bukan solenoid. Sebuah optocoupler (dioda pemancar cahaya (LED) digabungkan dengan transistor foto) dapat digunakan untuk mengisolasi kontrol dan sirkuit dikendalikan.

B.      SARAN
Penulis masih menemui beberapa kendala dalam penyusunan makalah ini, sehingga makalah yang penulis buat belum sempurna dan masih perlu ada perbaikan-perbaikan dalam penyusunan supaya dapat lebih mudah untuk dipahami oleh banyak kalangan terutama oleh mahasiswa/mahasiswi yang mempelajari mata kuliah kontrol otomatik.




















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar